Tuhan bawa aku tuk tersenyum

Tuhan bawa aku bersamamu tuk mengelilingi alam semesta. Menghempaskan seluruh penat yang bertimbun dalam hidup. Membuang beban yang mengisi di hati. Menjauhkan air mata dalam doa.
Tuhan lelah ini ku keluhkan padamu hingga aku pun lelah dalam mengeluh.Hingga aku merasa kau muak mendengarkan apa yang setiap saat ku sampaikan. Berulang ulang ku lakukan hingga aku pun merasa muak menyampaikan kata berulang setiap malamnya.
Melipat tangan menyampaikan keluh kesah, bagaikan seorang anak yang selalu bercerita kepada orang tua nya tentang aktivitas yang di lakukan di sekolah.
Meratapi hari yang di isi dengan kehampaan bahkan lelah yang tak berujung. Menyapa kegagalan yang datang menghampiri dalam hidup. Hingga ku muak akan hadirnya sebuah kegagalan saat itu.
Terbesit kata tuk mengutuk, namun tak mampu terucap. Tersirat niat yang tak lazim tuk seorang umat yang dipenuhi kenistaan.
Apakah layak seorang manusia setiap harinya hanya mampu mengeluh.
Diam dalam hening, menangis dalam gelap. Aktivitas yang monoton berulang dilakukan.

Berharap kelak kondisi ini berbalik 180 derajat. Agar mampu terlihat senyum dari sebuah kebahagiaan akan hidup. Upaya terus dilakukan agar bahagia yang hadir menyapa dikala mentari menampakkan dirinya.
Namun, kerutan dahi setiap membuka mata yang terlukis dari sebuah wajah.
Lagi dan terus berulang dan tak tau dimana semua itu hingga menggapai akhir.

Sekali lagi, Bawa aku bersamamu Tuhan tuk tersenyum.
-pyntar-

Comments

Popular Posts